Jual Kripik buah murah

Metode menentukan awal dan akhir Ramadan

30 Jul 2011 - 05:56 WIB

santri

santri

Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba, jik Muammadiya telah menetapkan tanggal 1 Agustus sebagai hari pertama puasa, tidak demikian dengan NU dan pemerintah umumnya yang konsisten dengan metode ru’yahnya, yang lebih ekstrim lagi Naqsabandiyah padang sudah berpuasa pada ari ini (sabtu 30 Juli).

Dalam Islam untuk menentukan Hari pertama bulan Ramadhan dan jatuhnya bulan syawal dikenal dua cara yaitu metode ru’yah dan hisab. Metode ru’yah yaitu dengan melihat munculnya bulan sabit di awal bulan, sementara metode hisab yaitu dengan menggenapkan bilangan tiga pulu hari bulan sya’ban.

Umat Islam seyogyanya menghitung bulan Sya’ban sebagai persiapan memasukiRamadhan. Karena satu bulan itu terkadang dua puluh sembilan hari danterkadang tiga puluh hari, maka berpuasa (itu dimulai) ketika melihat hilal bulanRamdhan.Jika terhalang awan hendaknya menyempurnakan bulan Sya’ban menjadi tigapuluh hari. Karena Alah menciptakan langit-langit dan bumi serta menjadikantempat-tempat tertentu agar manusia mengetahui jumlah tahun dan hisab. Satubulan tidak akan lebih dari tiga puluh hari.

Dari Abu Hurairah radiallahu’anhu, ia berkata : Rasululah SAW.bersabda,

“Artinya : Puasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah karena melihat hilal. Jika kalian terhalangi awan, sempurnakanlah

bulan Sya’ban tiga puluh hari”

Dari Abdulah bin Umar Radiallahu’anhu, (bahwasanya) Rasululah SAW.

bersabda,

“Artinya : Janganlah kalian puasa hingga melihat hilal, jangan pulakalian berbuka hingga melihatnya (hilal). Jika kalian terhalangi awan,

hitunglah bulan Sya’ban”

Dari Adi bin Hatim radiallu’anu, ia berkata : Rasululah SAW.

bersabda,

“Artinya : Jika datang bulan Ramadhan puasalah tiga puluh hari,

kecuali kalian melihat hilal sebelum hari ke tiga puluh”

JIka meliat paparan hadits diatas maka jelaslah yang diterima sebagai perhitungan awal dan air puasa dengan dua metode yaitu ru’yah dan metode hisab, jadi jika anda mengawali dan mengakhiri puasa berdasarkan kedua metode tersebut maka telah sesuai dengan perintah Alla dan Rasul-Nya. wallahua’lam.

Refrensi :

Sifat Puasa Nabi olehSyaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly &Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid

KELUARGA BESAR KRIPIKBUAH MENGUCAPKAN

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH SIYAM 1432 H


TAGS   Hadits / nabi / puasa / Ramadhan / awal / Muhammadiyah / metode / NU / ru'yah / hisab / sya'ban / sifat /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive