Jual Kripik buah murah

Pemerintah Berikan Bantuan untuk Petani yang Terkena Banjir di Purwore

20 Jan 2014 - 16:08 WIB

f0e7964d3147ce4363918da690382563_pertanianPurworejo Pemerintah memberikan bantuan benih, alsintan (alat mesin pertanian) dan dana PUAP (Pengembangan Usaha Agrisbisnis Perdesaan) untuk para petani yang terkena musibah banjir di Kabupaten Purworejo. Bantuan tersebut sebagai dukungan pemulihan pasca bencana dari pemerintah, agar masyarakat petani kembali bergairah untuk menggarap lahan pertanian yang telah rusak.
Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA mengatakan pemerintah pusat akan mendukung penyediaan benih bagi lahan persawahan yang terkena puso di Kabupaten Purworejo melalui program Cadangan Benih Nasional (CBN).
Dalam upaya pemulihan setelah bencana di Purworejo, kami siap memback-up benih. Selain itu sektor mana yang perlu dukungan, kami akan memback-up,” katanya di Rumah Dinas Bupati Purworejo, Kamis (9/1/2014) malam.
Mentan optimis, meskipun Kabupaten Purworejo telah dilanda bencana sedemikian rupa, namun kabupaten ini tetap akan menjadi harapan penyangga pangan nasional. Untuk itu, selain melakukan upaya pemulihan setelah bencana, Mentan juga meminta agar lahan produktif yang ada tetap dipertahankan
Salah satu tantangan dunia pertanian saat ini adalah konversi lahan pertanian menjadi pemukiman. Untuk itu, saya minta Pemkab Purworejo mengawasi betul hal tersebut. Yang harus diingat bahwa pembangunan irigasi teknis sangat mahal,karena itu, kalau mau bangun pemukiman jangan di lahan pertanian produktif. Jangan sampai kita mengalami kerawanan pangan sebab suatu negara kalau sudah rawan pangan, itu bahaya,” tegasnya.
Sementara itu, terkait perubahan iklim yang cenderung ekstrim, Mentan meminta para petani untuk waspada. “Tahun kemarin BMKG memprediksi kemarau maju, awal April. Tapi ternyata hujan turun sepanjang tahun atau disebut kemarau basah. Ini membuat petani bingung. Inilah dampak cuaca ekstrim. Bahkan puncaknya kali ini diprediksi pada Januari ini,” jelasnya.
Ditambahkan Mentan, menghadapi cuaca ekstrim seperti sekarang, pemerintah telah berkoordinasi dengan BMKG untuk memperbaharui kalender tanam. Hal ini dilakukan untuk membantu petani agar dapat memahami musim tanam secara baik.
Kunjungan Menteri Pertanian ke Purworejo dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 9 11 Januari 2014 dimulai dari Desa Wironatan, Kec. Butuh dimana di wilayah tersebut terdapat tanggul sungai yang jebol. Setelah itu, Mentan menyisir lahan puso di Desa Tasik Madu, Kec. Pituruh. Dan lokasi terakhir yang ditinjau Mentan yaitu lahan pepaya, jagung dan cabai yang rusak akibat terendam banjir di Desa Munggang Sari, kec. Grabag, Prov. Jawa tengah.
Pada kunjungan kali ini, Mentan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada petani berupa benih padi sebanyak 50kg/Ha untuk lahan terkena puso,10 pompa air dan dana PUAP untuk 31 gapoktan senilai Rp 3,1 miliar.
Sumber : http://www.pertanian.go.id


TAGS  


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive